Bahri | 120130090031 |

(Reading time: 1 - 2 minutes)

JUDUL DISERTASI : VOLATILITAS RETURN SAHAM SEKTORAL SERTA PENGUJIAN EMPIRIS MODEL ARBITRAGE PRICING THEORY DI PASAR MODAL INDONESIA

NAMA : Bahri
NPM : 120130090031

Ketua Promotor : 
Prof.Dr. Hj. Ina Primiana, SE.,MT.
Anggota Promotor : Prof.Dr. Hj. Rina Indiastuti, SE.,MSIE
Anggota Promotor : Dr. Rachmat Sudarsono, SE.,M.Si.

Abstrak

Penelitian ini difokuskan pada investigasi mengenai sensitivitas return saham-saham sektoral serta pengujian empiris model arbitrage pricing theory (APT). Penelitian ini didasarkan pada tiga isu, yaitu: pertama, mengenai perbedaan volatilitas return saham sektoral dan perbedaan volatilitas faktor risiko pasar dan risiko ekonomi makro yang berdampak terhadap perbedaan sensitivitas return saham-saham sektoral; kedua, mengenai perbedaan hasil pengujian validitas dan robustness model unconditional CAPM dan APT multifaktor; serta ketiga, mengenai time-varying volatility yang berkaitan dengan fenomena structural break dan asymmetric effect.

Penelitian ini menggunakan pendekatan nested model dengan metode regresi time-series dan regresi cross-section. Metode estimasi menggunakan ordinary least squares (OLS) atau metode ARCH/GARCH dengan atau tanpa variabel dummy. Penelitian ini menggunakan data sekunder untuk periode pengamatan Januari 2003 sampai Desember 2010.

Investigasi ini menghasilkan empat temuan empiris, pertama ditemukan bhwa tidak terdapat perbedaan sensitivitas return saham antar sektor, namun terdapat perbedaan sensitivitas antar faktor-faktor risiko sistematis.

Kedua, ditemukan bahwa pengujian model unconditional CAPM dan unconditional APT multifaktor memberikan hasil yang tidak konsisten terhadap saham-saham sektoral, meskipun kelihatannya model unconditional CAPM lebih valid dan robust dari unconditional APT. Ketiga, ditemukan adanya perbedaan premi risiko faktor-faktor sistematis yang disebabkan oleh structural break selama krisis keuangan tahun 2008. Keempat, ditemukan adanya fenomena asymmetric effect pada perilaku return saham sektoral, meskipun fenomena ini bukan merupakan leverage effect. Selanjutnya, ditemukan bahwa syok yang ditimbukan oleh efek informasi (bad news maupun good news) terhadap volatilitas return saham sektoral sangat persisten selama periode Januari 2003 sampai Desember 2010.